24 Juli 2008
Dear Sister Maqdalene,
Shalom...
Sudah lama sekali saya ingin menulis surat sebagai rasa syukur dan terima kasih karena Tuhan telah mengijinkan saya mengenal Sis Maq. Mengenal Sis Maq sama dengan saya bergerak mengenal Tuhan yang hidup dalam diri Sister.
Seperti kisah Sis Maq yang ingin merasakan 'greng'nya keselamatan, sayapun begitu merindukan 'greng' itu. Telah lama berkutat dengan rutinitas 'pelayanan' dan pekerjaan membuat saya kehilangan kasih mula-mula, hidup terasa hampa dan tanpa gairah, saya mengira telah berjalan lurus tapi faktanya saya sudah serong, mulai memberhalakan uang ataupun manusia, tiap punya masalah selalu mengeluh terus tanpa ada rasa syukur, berdiri dengan kesombongan yang terkadang tidak saya sadari dan egois yang semakin memuncak. Sayapun kembali bertanya : orang Kristen macam apa saya? Adakah Tuhan hidup dalam diri saya? Apakah saya sudah lahir baru? Kalau sudah, mengapa hidup saya seperti itu..tanpa damai, yang ada hanyalah bagaimana saya bisa mengaktualisasikan diri sehingga orang bisa menghargai dan mengakui saya. Dan masih banyak pertanyaan yang intinya saya meragukan identitas saya dalam Kristus....ini terjadi bulan November 2007.
Di akhir tahun 2007 saya berdoa supaya bisa dekat lagi dengan Tuhan, merasakan kembali keintiman denganNya. Dan benar, Tuhan menjawab doa saya dengan serius. Diawali ketika ada dorongan kuat untuk doa puasa selama seminggu bagi Indonesia pada minggu terakhir Januari 2008 karena mau taat total, tanpa babibu saya melakukan puasa itu. Hari 1-3 semua berjalan seperti biasa, menginjak hari ke-4 saya merasakan hal yang berbeda..mulai pagi hingga malam saya menangis, padahal waktu itu tidak ada hal yang perlu saya tangisi, semakin ingin tahu penyebab tangisan itu semakin deras pula airmata yang mengalir. Karena sudah benar-benar tidak kuat dengan kondisi itu,akhirnya saya meminta dukungan doa dari sahabat saya. Entahlah saat itu saya merasa hancur, kacau dan waktu doa malam saya minta pengampunan ke Tuhan atas segala perbuatan saya...dan kalimat : ampuni aku Tuhan!...meluncur terus dari mulut saya selama beberapa menit, airmata terus berderai sampai akhirnya ada dorongan kuat supaya saya membuka halaman terakhir buku Sis Maq yang berjudul Menikmati Kemustahilan (MK) dan saya terkejut ketika mengetahui isinya yaitu doa pertobatan dan menerima Tuhan Yesus secara pribadi sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat. Oh God.....saya ucapkan doa itu perlahan-lahan dengan hati berserah dan tangisan yang makin tak tertahankan. Setelah itu saya merasakan damai dalam tidur, benar-benar damai, hangat dengan keyakian penuh bahwa Tuhan ada di kamar menemani saya. Keesokan harinya saya sms sahabat saya untuk mengucapkan terima kasih atas dukungan doanya dan betapa kagetnya ketika ia bercerita bahwa setelah ia berdoa untuk saya malam itu, ada dorongan yang kuat sekali dari Roh Kudus supaya ia mengatakan kepada saya : dosa-dosamu telah diampuni! Dari peristiwa itu saya tahu bahwa Tuhan serius untuk menjalin relationship dengan saya. Tuhan membuat saya kembali dekat padaNya. Thanks God....
Dan mulai saat itu saya bergairah kembali untuk belajar Firman Tuhan,merenungkannya dan doa puasa bagi Indonesia serta jiwa-jiwa yang terhilang. Memang sampai saat inipun saya terus berjuang memerangi kemalasan dalam diri. Dan saya yakin Roh Allah akan terus memampukan saya untuk bergerak maju mendekatNya apapun jalannya. Saya sangat bergairah dan beberapa orang bilang bahwa saya berubah lebih baik, berani tampil adanya, tanpa beban meski masih kurus..hehehe. Tuhan membebaskan saya dari belenggu dosa dan Roh Kudus menjagai tiap langkah saya....YES!
Saya pun mulai belajar untuk curhat sama Tuhan. Ketika butuh penguatan tiba-tiba saya jadi getol baca buku kecil Sis Maq tentang Yosua...amazing banget deh pokoknya...oh God! Tuhan membuat saya begitu berharga dimataNya, Tuhan telah memberikan cinta sejatiNya dan menerima saya apa adanya. Kadang saya pengen berteriak pada dunia : Hoiiiiiii...GOD loves you man! Kelihatan norak ya Sis, tapi saya memang sangat bergairah kalau disuruh sharing tentang Jesus...hehehe
Lewat buku MK, saya pun belajar mengetahui sifat-sifat buruk yang harus dikerat, meski saat ini tidak tergabung dalam pemuridan tapi saya berkomitmen secara pribadi untuk berubah (dengan panduan MK) banyak yang Tuhan bukakan tentang masa lalu saya yang harus dipulihkan, minta pengampunan dan kembali belajar hidup kudus. Saya pernah berbohong supaya tidak bayar pajak, awalnya saya menganggap biasa karena dari pihak pemerintahan sendiri yang menyarankan tapi setelah membaca MK saya jadi paham mengapa usaha saya tidak maju bahkan cenderung hancur...karena saya mengawalinya dengan satu kebohongan. Satu lagi yang parah saya pernah memanipulasi data pribadi supaya bisa masuk bursa, ini pula yang menyebabkan investasi saya di pasar modal kacau balau. Hal ini baru saja Tuhan bukakan dan mulai Juni lalu saya mantap untuk meninggalkan pekerjaan yang sudah 3 tahun saya geluti, melepaskan diri dari grup kerja kakak saya, meski belum tahu kemana harus melangkah tapi saya tidak sendiri...GOD with me. Saya memang kehilangan posisi, kehilangan status, kehilangan uang dan harus memulai dari nol ( entah pekerjaan apa, karena 1 bulan ini saya full merenungkan Firman Tuhan dan ternyata Tuhan cukupkan kebutuhan saya). Meninggalkan comfort zone memang menyakitkan tapi kali ini saya yakin bersama TUHAN TIDAK ADA YANG MUSTAHIL. Saya ingin memulai sesuatu yang baru dengan cara yang benar bukan dengan kebohongan lagi. Saya memang punya mimpi tapi lagi-lagi saya harus siap & menerima apabila mimpi itu dihancurkan untuk kepentingan Tuhan. Sister, i really miss you. Sister sudah jadi teladan bagi saya. Saya terus terbuka untuk tiap bimbingan dan nasehat dari Sis Maq.
Cerita tentang Maya akan berakhir namun cerita tentang Jesus tidak akan pernah berakhir. Selamat melayani Sis Maq. Terima kasih untuk perhatiannya. Tuhan memberkati Sis Maq dan Kingdom Ministries, i am your partner in pray.
Thanks,
MAYA DY, Jawa Timur.