~REVISED~
REVISI. Mengapa BKI Revised? Berawal dari kegiatan Maq saat menerjemahkan BKI ke dalam bahasa Inggris. Sehingga saat merapikan dalam bahasa Inggris, sempat banyak yang dipotong-potong, timbullah pemikiran, mengapa bahasa Indonesianya tidak direvisi menjadi lebih baik? Nah, akhirnya setelah 3 bulan selesai menerjemahkan BKI dalam bahasa Inggris (Juni-September 2005), maka Maq mulai duduk lagi dan merevisi bahasa Indonesianya dari awal. Untuk memulai itu angkatannya berat banget, tetapi waktu udah masuk ke proyek itu sendiri asyik juga, sempet nangis, sempet haru dan sedih saat baca ulang. Bersyukur akan tangan Tuhan yang dashyat yang mampu memakai the simple BKI untuk memberkati segala level jiwa; baik anak SD sampai SMA, baik bagi mereka yang kuliah umum, atau mahasiswa theologia; juga tidak ketinggalan ibu-ibu rumah tangga yang nggak pernah mbaca, suster-suster, pembantu, supir; bagi suami-suami, pria-pria di kantor, kaum profesional; bagi para dokter-dokter, para profesor dan dosen-dosen universitas; bagi pendeta-pendeta, konglomerat; bagi mereka yang terhimpit persoalan, bagi yang merasa tidak punya jalan keluar, yang tidak punya harapan, yang bingung mengambil keputusan untuk mutusin pacarnya yang ternyata nggak sesuai dengan kriteria Firman, bagi mereka yang "mati suri" imannya, bagi yang udah jauh dari Tuhan, bagi yang hampir bunuh diri, bagi yang belum kenal siapa Yesus Kristus itu, dan masih banyak lagi kesaksian yang masuk ke meja redaksi mengenai berkat yang datang dari buku sederhana yang Tuhan pakai ini
GAYA BAHASA. Tentunya dengan pekerjaan menulis yang memasuki tahun ke 5 ini (buku-buku yang dipublikasi secara khusus; tetapi sebenarnya Maq sudah menulis banyak thesis dan paper bahkan disertasi
tingkat doktoral yang menuntut kejelian, kesistimatisan, keakuratan, dan lain-lain yang dalam perjalanan itu sudah banyak membimbing Maq sendiri untuk dapat menulis dengan gaya tulisan-tulisan yang dapat dihadirkan sejak di Jakata yang dari kesemuanya tentunya tidak pernah luput dari bimbingan Roh Kudus) tulisan Maq banyak dikikis-kikis sendiri, menjadi lebih baik, lebih simple dalam arti tidak bertele-tele dalam keterangannya, bahasanya lebih to the point, lugas, dan tetap sederhana, terbuka seperti biasanya, jujur apa adanya, bahkan lebih enak dibaca. Pada dasarnya semua inti dan isi kisahnya tidak ada yang berkurang, hanya beberapa kata saja yang dihilangkan atau diubah, juga ada sedikit urutan yang kelihatannya kurang beraturan disejajarkan, lalu yang tidak penting dihilangkan. [Untuk bahasa Inggrisnya, tentunya lebih banyak yang didelete, berhubung mereka tidak memerlukan beberapa hal yang terjadi dan berhubungan dengan hal-hal di Indonesia, atau hal-hal yang menyangkut angka-angka yang tidak akan menolong mereka untuk mengerti atau meningkatkan iman]. Dalam penulisan akhir, ada tambahan penting yang harus disisipkan di sana (tambahan halaman kesimpulan); mengingat bahayanya pembaca-pembaca yang tidak terlalu paham dengan kedaulatan Tuhan. Hal ini juga menolong BKI sebelum go International, supaya tidak memberikan peluang bagi para kritikus rohaniawan yang bermaksud mencari celah dari kesalahan buku yang sudah memberkati puluhan ribu jiwa di belahan dunia
COVER. Karena BKI dicetak berulang kali, juga dengan banyak pertimbangan yang mengharuskan Maq untuk meminta pihak percetakkan untuk mengulang membuat film-nya, maka foto pertama gambarnya sudah semakin
kabur. Foto itu sendiri warnanya sudah diubah-ubah dengan computer, dipasang dengan posisi terbalik oleh design cover awal, - masih ditambah mesin cetakan di Indonesia kebanyakan masih 2-4 warna, sehingga tidak dapat mewakili warna kulit dan foto asli. Sehingga warna jadi naik turun - mungkin 3000 cover pertama warna kulit mukanya merah padam, 5000 berikutnya warnanya kecoklatan, lalu 10.000 berikutnya warnanya pink, dan berubah-ubah seterus-terusnya. Itu sebabnya jika ada yang sudah beli berulang kali sejak cetakan pertama, buku itu tidak ada yang sama, kecuali cetakan ke 5 dan 6 mungkin. Jadi, dengan pemikiran merevisi bahasanya, fotonya juga sekalian direvisi. Mengingat juga BKI English yang segera naik cetak, ada baiknya foto harus lebih bagus, mewakili gambar KESUKSESAN.
FOTO-WAJAH. Yang tadinya mikir bahwa semakin berumur semakin fotonya kurang bagus, ternyata saya selalu salah dalam memperkirakan hal itu. Sekarang saya lebih percaya kepada Firman Tuhan yang mengatakan bahwa orang-orang yang menantikan Tuhan mendapat kekuatan baru; firman lain juga mengatakan bahwa kita bermula dari satu kemuliaan menuju kepada kemuliaan berikutnya. Jadi from glory to glory itu berarti semakin lama makin sip. Itu sebabnya, nggak perlu takut memajang foto baru, jangan yang lama, yang usang, yang keliatannya lebih muda. Kita makin berumur justru makin muda! Ternyata hasil-hasil foto tahun 2006 ini katanya staff kantor kami tampak lebih keren, lebih trendy, lebih modis, lebih ehm.
TANPA SALIB. Mengenai lenyapnya bandul salib di dada Maq itu, kami telah memperbincangkannya dan meminta pertimbangan beberapa orang bijak. Karena buku ini sudah memberkati dan menjamah orang dari segala lapisan dan berbagai agama, tidak jarang hiasan salib bisa menjadi 'batu sandungan' bagi beberapa orang. Ambil contoh yang sangat mudah, kita saja yang orang Kristen, kalau liat buku dengan cover bergambar patung dewa atau dewi yang lain, pasti kita akan singkirin jauh-jauh dan cepet-cepet berbahasa roh. Padahal belum tentu semuanya berisi hal-hal aneh yang kita takutkan, justru di dalamnya berisi kata-kata bijak yang sudah diteliti dan diteladani penulisnya sejak umur 1,5 tahun sampai umur 135 tahun. Nah, bagi kebanyakan orang dari agama lain, salib itu juga menaruh kesan yang agak aneh, angker, merinding. Itu sebabnya, Maq tidak memakai kalung salib, tetapi Kristus tetap ditegakkan disana, salib Kristus ada di dalam hati saya, dan kesaksian buku itu sendiri membeberkan tentang salib Kristus, yaitu penyangkalan diri dan pengorbanan yang semuanya fokus daripada salib
BKI VERSI LAIN. Tadinya kami juga berpikir akan menulis versi BKI berikutnya dengan menggunakan bahasa umum saja tanpa menuliskan ayat-ayatnya secara detil, hanya ringkasan tanpa disertai letak ayatnya dimana; tetapi kami rasa itu akan mengurangi bobot dari kuasa Firman itu sendiri. Jadi niat untuk itu kami kubur kembali, dan tetap ditulis dengan bahasa disertai ayat-ayat yang memunculkan Yesus Kristus sebagai Hero dalam perjalanan iman Maqdalene.
Facts about BKI:
1. Sudah memasuki masa cetakan ke 7.
2. Sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Maqdalene selama 3 bulan (dari Juni sampai September 2005); kemudian diedit oleh DR. Marigold Marsh dari Amerika, dan sedang diperjuangkan untuk tembus ke pasaran dunia oleh G.L. Reed, penulis buku A Breath A Way.
3. Sudah diminta 2 kali untuk diterjemahkan dalam bahasa Mandarin (di Taiwan dan di Medan), dan saat ini mungkin sedang dalam proses diterjemahkan. Bagi yang mampu menerjemahkan dalam bahasa Mandarin dengan lebih baik, atau bahasa-bahasa lainnya silakan hubungi kantor kami lewat CONTACT US.
4. Berkhotbah sendiri, sehingga dengan membaca BKI banyak orang yang belum selamat menerima Yesus. (Salah satu kisah nyata dan kesaksian hidup ada di VCD-007 pada acara launching buku Menikmati Kemustahilan). Itu sebabnya, bagi rekan-rekan yang tidak dapat menginjil, biasanya hanya dengan memberikan BKI kepada teman atau keluarga Anda, Anda sudah menjadi penginjil non-tele-tele dan menjadi pembawa Amanat Agung Kristus.
5. Dibagikan kepada beberapa instansi pemerintah, penjara-penjara, hamba-hamba Tuhan pedesaan, orang-orang tidak mampu, dan lain-lain.
6. Diseminarkan di penjara-penjara, di gereja-gereja, di pemerintahan, di kumpulan bisnismen, di kumpulan wanita, di retreat youth, dan di beberapa tempat lainnya, baik dalam dan luar pulau, dalam dan luar negeri.