|
Perjuangan hidup Maq mirip dengan sebuah cerita tentang seekor anak burung rajawali. Dimana suatu hari seorang laki-laki menemukan telur burung rajawali dan menempatkan telur itu diantara telur-telur ayam supaya dierami oleh induk ayam. Setelah menetas, anak rajawali ini memiliki perilaku seperti anak ayam; mengais tanah dengan kakinya, mematuk dengan paruhnya untuk mendapatkan makanannya, dan terbang beberapa meter kemudian hinggap lagi. Itulah kebiasaan yang dilakukan anak rajawali ini, ia bertumbuh dengan karakter dan kebiasaan seekor ayam. Namun demikian, kesadarannya akan dirinya yang berbeda membuatnya selalu terusik. Sampai suatu saat seekor burung rajawali yang gagah perkasa terbang melintasi kandang mereka, disaat itulah pertanyaan yang terus berdetak dalam nalurinya selama ini terjawab. Peristiwa itu membuatnya berusaha untuk terbang seperti rajawali, meskipun dia mendapat ejekan dan menjadi bahan tertawaan saudara-saudaranya. Keinginannya mengalahkan rasa takut, bahkan ejekan dan tawa saudaranya menjadi pendorong untuk berusaha terbang. Dalam keadaan takut dan tidak pasti, dia memberanikan diri untuk mulai mengepakkan sayapnya. Akhirnya, terbanglah ia! Semangat dan tekadnya terbukti mengubah keadaan yang selama ini dijalani. Ternyata dalam dirinya ada kekuatan seekor burung rajawali dan bukan ayam. Maq memperoleh kesempatan untuk mendapatkan training di Korea.Tanpa mengandalkan siapapun, si "rajawali" ini mulai mengepakkan sayapnya dan melayang dengan pimpinan Roh Kudus. Keyakinan dan kepercayaannya bahwa Tuhan adalah Sumber satu-satunya dalam memenuhi setiap kebutuhannya bersumber dari perintah Tuhan dalam Yeremia 17:5-8: Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Tuhan melakukan perkara-perkara yang ajaib di Korea. Belum genap dengan training di Korea, selanjutnya Tuhan mengirim Maq ke Amerika sebelum terjun ke dalam pelayanan yang Dia tentukan sendiri. Di Amerika inipun Tuhan berkarya dengan dahsyat. Disanalah Allah membuktikan bahwa firman yang terdapat dalam 1 Korintus 1:27-29 (Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah) - dinyatakan terjadi dalam kehidupannya. Terbukti bahwa "rajawali" satu ini tidak pernah menyerah dengan keadaan. Dia menggunakan setiap kesempatan untuk melayang, mengatasi situasi, dan berada di atasnya. Kini, rajawali-rajawali muda bergabung dengan Maq untuk belajar melayang dalam kemuliaan Tuhan. Tahap "BERHASIL KARENA IMAN" menjadi minat dari banyak rajawali-rajawali yang belum bebas terbang. Sebab di situlah mujizat-mujizat dinyatakan, kemenangan-kemenangan terjadi, dan berkat-berkat dinyatakan dengan cara ajaib. Namun tahap "MENIKMATI KEMUSTAHILAN" adalah tahap untuk hidup bagi orang lain dengan beban hati Bapa. Melakukan kehendak Bapa di Surga menjadi gol daripada tujuan hidup kita. Hasilnya adalah menikmati hal-hal yang mustahil. Namun, hasil dari kenikmatan itu tidak lagi disimpan untuk diri sendiri, namun diimpartasikan kepada rajawali-rajawali lain. Diubah untuk mengubah, dipulihkan untuk memulihkan, diberkati untuk memberkati, dan seterusnya.
|