SURAT - 6
Jakarta, Mei-Juni 2010
PINDAH KANTOR
Our blessed Participant,
Wuih, rasanya capeknya belum hilang setelah pindahan, kami sudah dikejar untuk menyiapkan ruang-ruang kelas bagi para delegasi yang akan berdatangan dari beberapa pulau di Indonesia. Saudara adalah bagian dari kesempatan besar ini, yaitu menjadikan segala bangsa murid Kristus. Walaupun Saudara tidak hadir untuk “mengajar dan menjadikan mereka murid” tetapi partisipasi Saudaralah yang menyatukan kita untuk melakukan Amanat Agung Kristus.
Setelah ruang-ruang kelas selesai, kami harus menyiapkan kamar-kamar mereka; karena terbatasnya tempat, kami membeli ranjang susun, jadi bisa memuat 14 orang untuk kamar-kamar pria, dan kamar putrinya bisa memuat 13 orang. Total di kemudian hari bisa menampung sebanyak itu, dan jika pendaftarnya lebih dari itu, ada penginapan di dekat kantor Kingdom yang tidak terlalu tinggi tarifnya.
Mengisi alat-alat dan semua barang seperti kasur, AC, lemari, sprei, bantal, freezer untuk bahan makanan, mesin cuci – itu tidak semudah apa yang kita pikirkan. Kalau dulu, kelas-kelas sangat sederhana, kita belum punya kamar di kantor, jadi kami taruh mereka di Peace Home (kontrakan yang dipakai untuk staff Kingdom puteri); dan untuk datang di sesi-sesi kelas para delegasi angkatan pertama harus jalan lebih dari 1 km. Untuk cucian mereka juga harus manual, sekarang kami menyediakan 2 mesin cuci, satu untuk lantai puteri, satunya untuk para rambo. Juga kami membeli jemuran yang, duh, nggak nyangka satuannya ternyata mahal juga seharga Rp. 450.000,- Itu pun masih kekecilan jika orangnya banyak. Mesin cuci juga katanya ngantri nyuci pakaiannya, padahal cuman baru 9 pria. Beruntunglah yang wanita, karena hanya ada 1 saja. Lalu kamar-kamarnya kalau dulu “AC”-nya berupa “Angin Cepoi-cepoi” sekarang beneran AC alat pendingin. Tapi karena listriknya nggak besar, kami harus atur dan tidak memakai semua AC jika kelas sedang berlangsung. Kadang-kadang lampu mati karena ada yang nggak tahu tiba-tiba nyalain AC di ruang lain tanpa bertanya.
Masih juga untuk mengarah ke profesionalisme kami menyediakan 2 TV Plasma untuk presentasi power point di ruang-ruang kelas. Kami sudah punya LCD untuk ruang hall besar. Kursinya kami membeli 50 bh dengan harga satuannya sekitar Rp. 200.000,-. Saya juga mengundang ahli masak dari Solo yang sengaja didatangkan untuk sesi-sesi para pemimpin dan hamba Tuhan dari berbagai pulau dan denominasi. Kita semua terkagum-kagum atas kebaikan Tuhan, mujizat yang besar – bayangkan Participant yang bener-bener punya hati hanya sedikit, dan bagaimana mungkin kami mengharapkan semua pengeluaran ini dari mereka? Kalau mengingat begitu baiknya Tuhan, siapa sangka kita bersama bisa mengeluarkan sebanyak ini? Untuk instalasi AC saja kita mengeluarkan sekitar 50 juta; dan membuat partisi 70 juta. Belum yang lain-lainnya…total-total kita bersama hampir mengeluarkan sekitar 1 miliar…puji Tuhan. Padahal di account KCC dan Kingdom tidak sampai segitu banyak. Dan Saudara pikirkan, itu uang semua dari mana? Saya selalu berdoa agar malaikat Tuhan mengumpulkan harta bangsa-bangsa bagi kepentingan bangsa kita. Jadi tidaklah heran jika malaikat Tuhan benar-benar sibuk mengumpulkan dana untuk kepentingan Sorga ini. Kalau dipakai untuk kepentingan pribadi, saya tidak percaya bisa terjadi mujizat pelipatgandaan seperti itu, tetapi ini diminta dan dipercayai untuk jiwa-jiwa dan gereja Tuhan di seluruh penjuru tanah air dan luar negeri.
Memang Firman Tuhan mengatakan agar untuk memperoleh tempat bangsa-bangsa dan mendiami kota-kota yang sunyi kita tidak boleh berhemat. Dan inilah yang kita lakukan; kas Kingdom sekarang sangat minim, tapi kalau cara saya membacanya berbeda – misalnya jika saldo terakhir yang tinggal di account Kingdom tertera 27 juta, saya membacanya masih ada 27 miliar. Jadi selain saya memperkatakan iman, saya juga mempercayai Tuhan yang selalu menyediakan dari yang tidak ada. Dia adalah Jehovah Jireh – Tuhan yang mencukupi kebutuhan anak-anak-Nya, katakan Amen! Nah, Saudara perlu tahu bahwa pada tanggal 31 Mei kemarin, saldo akhir The Kingdom down to 1,244,028.21. Tapi Saudara harus belajar membaca seperti kami membaca: Satu milliar, dua ratus empat puluh empat juta, …. Nah, itu namanya IMAN.
Oh ya, Angkatan 3 kali ini dihadiri oleh 10 delegasi dari Palembang, Kupang, Makassar, Lampung dan Palu. Mereka full timer dan hamba Tuhan, serta pemimpin. Tidak diragukan lagi, kita berinvestasi besar dalam kehidupan mereka dan bagi Gereja Tuhan dimana mereka ditempatkan. Mereka memang diharuskan membayar, walaupun tidak sebanding dengan apa yang mereka terima selama 2 minggu sesi-sesi di kantor KCC, yaitu makan 3 kali sehari, snack, minuman lengkap, materi, akomodasi, dll. Belum lagi kami masih memberi sedikit hak untuk para faculty yang membeberkan materi selama sesi-sesi pengajaran yang cukup padat selama 2 minggu. Belum lagi membayar OB, OG, tukang masak, dll. Ini sungguh tidak sebanding dengan apa yang bisa mereka terapkan dalam pelayanan mereka yang nantinya akan menghasilkan buah bagi Kerajaan Sorga. Lagi pula, kantor kami hampir dikatakan off selama 2 minggu, karena semua kesibukan mau tidak mau total dikhususkan untuk melayani para delegasi yang kami tahu bakal keluar dengan roh yang luar biasa ini.
Memang tidak mudah menghadapi para pemimpin dengan latar belakang yang sangat berbeda dan sudah mempunyai doktrin dan pengertian yang hampir terpatri rapi. Ada yang datang dengan memandang remeh kami, ada yang menentang kami, ada yang menjadi provokator, ada yang memojokkan dan menguji kami-kami dalam tiap sesi-sesi kelas. Tetapi saya harus mengumpulkan para staff faculty dan mengingatkan agar kita jangan sampai terpancing emosi, kita harus bisa melihat mereka dengan mata Tuhan, mengasihi dengan hati Kristus. Karena untuk itulah kita dipanggil, yaitu untuk melayani; dan mereka datang sebenarnya membutuhkan pertolongan kami-kami yang nota bene disebut “bengkel rohani”.
Nah, yang menjadi harapan besar saya adalah, saya bersyukur bahwa 3 hari sebelum dimulainya sesi Training IDTC tersebut (Intensive Discipleship Training Course), Tuhan memberikan kepada saya penglihatan bahwa roh para delegasi ini mlenthung (melembung). Jadi dari waktu ke waktu saya harus mengingatkan para faculty (staff pengajar KCC) jika mereka sudah dipojokkan dan diserang oleh para peserta, supaya mereka tetap menghadapinya dengan lembut, mengasihi dan melihat future kemlenthungan mereka. Pagi-pagi waktu saya berdiam di hadirat Tuhan saya mendapatkan gambaran mengenai bagaimana seorang pemahat berlian, jika ia akan membuat bongkahan itu menjadi berlian yang bercahaya, tentunya dalam proses pembuatannya tidak kelihatan cantik, bahkan kelihatan berantakan dan tidak enak dipandang. Ada juga 4 hal yang menentukan berharganya berlian itu: 4 C (Color, Clarity, Cut, Carat – Warna, ketajaman, potongan, karat). Hal-hal yang penting itu kebanyakan tidak dapat mudah terlihat dengan kasat mata, harus menggunakan mikroskop atau alat khusus untuk melihat ketajaman dan warna berlian.
Demikianlah yang terjadi mungkin dari jiwa para delegasi ini, mereka sedang masuk dalam perombakan, penatahan, pemaluan (dipalu), pengasahan – dan saat ini rupa rohnya buruk, yang muncul yang tidak baik-baik punya, tapi saya sudah diberi bocoran mengenai future mereka, rohnya mlenthung semua pulang dari tempat ini. Kami saat ini mungkin bisa melihat sedikit saja dengan kacamata jasmani kami dari tindak tanduk mereka, cara menjawab mereka yang angkuh dan tinggi hati – tetapi nantinya hanya Tuhan yang dapat menatah mereka dengan sinar lazer Sorga, Roh Kudus yang dapat menutupi kekurangan berlian-berlian permata hati Tuhan ini.
Kami benar-benar diuji untuk berjiwa besar, berhati hamba – sungguh-sungguh berdiri untuk menjadi pelayan, “hamba mereka” yang harus selalu siap dengan “yes boss” dan “yes ma’am”. Kami harus mampu melihat mereka sebagaimana Tuhan sudah melihat future mereka.
Hasilnya akan menjadi seperti berlian ini, tidak ada cacatnya, berkilau, memukau banyak jiwa. Saudara dan saya yang berjuang untuk mempersiapkan mereka akan diberi penghormatan tinggi kekal seperti apa yang ditulis dalam kitab Nabi Daniel:
Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
Dan 12:3
Pada akhirnya di hari Pengutusan, mereka bersaksi dengan cucuran airmata bahwa mereka diubahkan selama 2 minggu di KCC; doktrin mereka selama ini tidak berlaku; mereka ingin lebih lama 2 minggu lagi di KCC; mereka ingin mendapatkan kelas-kelas lanjutan di kemudian hari. Sebagian besar dari mereka lulus dengan angka baik, sebagian masih dalam proses terus harus belajar. Tetapi intinya mereka semua telah melewati setiap sesi dengan baik dan rendah hati. Kami semua dibuat berdecak melihat perubahan mereka selama 2 minggu masuk bengkel Kingdom.
Ini semua tidak lepas dari partisipasi Saudara – sebab apa yang ditabur dalam roh dituai juga dalam roh. Saudara sudah menaburkan uangnya bagi mereka, dan mereka yang tidak tahu menahu dalam hal ini, tetapi mereka telah menuai dan akan menuai lagi dalam gereja mereka, jemaat yang mereka layani. Saudara tidak sadar bahwa Saudara telah melayani jiwa-jiwa dan perubahan para pendeta dengan uang Saudara. Betapa besarnya investasi Saudara untuk Sorga! Terpujilah Tuhan yang dalam kemurahan-Nya telah memberikan kesempatan ini bersama.
Hanya anugerah dan kemurahan Tuhanlah yang memberi kesempatan kita bersama yang bergandengan tangan untuk menuntun mereka kepada Kebenaran. Participant setia, saya dan Team Kingdom tidak mungkin bisa berjalan sendiri selama ini tanpa keberanian Saudara untuk menggandeng kami. Dan dengan penuh keyakinan, Saudara menjadi bagian yang sangat penting dalam pergerakan ini, dalam penggenapan proyeknya Tuhan bagi generasi kita ini.
Kiranya laporan pelayanan kita ini menguatkan Saudara sekalian yang selama ini dengan setia “tutup mata” mengirim benih jiwa lewat pelayanan ini – investasi kekal Saudara terjamin selamanya. Atas nama para delegasi dari berbagai pulau, kami mengucapkan banyak terima kasih atas terjadinya sesi-sesi Angkatan ke 3 ini.
Tearfully and heartily,
Maqdalene & The Kingdom Team, KCC Faculties.