SURAT – 4
Mungkin Saudara sering bertanya-tanya dalam hati gimana caranya denger suara Tuhan? Bagaimana tahu itu visi dari Tuhan? Wellllll,... easy. Pertama, harus ada personal kontak, I mean, kalau seorang ibu mengandung khan nggak langsung mlentung dari Holy Spirit, itu hanya Marayah Ibu Jises. Wanita pada umumnya pasti tersenggol dulu ama pria, lalu perutnya jadi mbuncit. Sama, kalau mau ngandung visi harus ada kontak dengan Tuhan, akhirnya terjadilah pembuahan yang dinamai visi - jadi itu namanya visinya Tuhan, karena yang ngasih Tuhan, Dia yang menanam benih. Mau nggak mau harus jadi, tapi dibutuhkan kerjasama ibu dan sang “bayi”. Harus dijaga, harus diperhatikan, harus ekstra hati-hati, sampai waktunya genap. Sebelum jabang bayi itu nongol ke dunia, sang ibu juga akan bersiap-siap menyediakan ruangan bayi, pakaian bayi, nama bayi, dan apa-apa yang diperlukan untuk welcoming bebi tersebut ke dunia. Sampai di sini saya harap sudah jauh lebih jelas dibanding tahun-tahun kemarin.
Waktu saya dapet visi mengenai KCC ini, yang kira-kira 6 tahun lalu, tiba-tiba Tuhan mengubah arah visi itu dan meminta saya untuk menghapus seolah tidak ada (tapi saya tahu jauh dalam roh saya bahwa Dia hanya mau saya taat dan memendamnya sampai nanti harinya dimunculkan ulang – jadi sepertinya saya hamil anggur). OK saya taat, saya harus dikiret dalam roh, sakit, tapi saya diganti dengan visi lain dulu yang nggak kalah hebatnya (critanya akan jadi 1 buku tersendiri). Lalu 4 tahun kemudian, tiba-tiba perut roh saya buncit, berasa berattt banget (merasa penuh maksudnya).
Ceritanya sampai bulan Agustus, dimana saya celingukan – dalam arti padahal udah hampir jebol kandungannya, tapi kok sepertinya lamban banget prosesnya. Kami udah nego sebesar 3M (duitnya tadinya nggak ada, tapi udah makin ngumpul sekitar 250 juta sampai awal September 2008). Saya pikir, “berani betul ini Miss Kawotjo, nawar tanah berhektar-hektar tanpa duit!” Ya itulah hamba, saya dilatih super survival di sekolah padang gurun dan masih hidup, Amin!
Kami menawar, yang empunya hanya ngepret geleng kepala. Ya udah, mau tahan-tahanan tho? Maksudnya bukan ditahan di penjara, tapi bertahan siapa yang nggak bisa tidur berhari-hari sampai berbulan-bulan? Kalau kami doain terus, kami bergerak terus dalam alam roh, kami nggak nyerah, malah menyerang, siapa yang akan melihat mujizat terjadi? Ya kita, kami dan Saudara. Katakan Amin!
Lalu, saya clingukan lagi. Kok udah didoa-puasain masih nggak mempan juga, lalu kapan Tuhan? Kok orangnya nggak nyerah-nyerahin juga? Nah, manusia jasmani saya pasti donk bertanya-tanya dalam alam roh. Maksudnya? Saya nggak berseru-seru dengan suara vokal, tapi dalam erangan doa-doa puasa saya. Tapi dalam pada itu pun saya tetap bertahan dan beriman, believe me! Saya berdiri di atas janji Tuhan, tidak goyah, No No No!!! No way!!! I thank God for the strength, mungkin karena doa para participant juga tho? Thank you jika demikian halnya.
Setelah mimpi mengenai Duta Besar Sentul itu, saya seyakin-yakinnya, yakin bahwa tanah itu sudah jadi milik sah Tuhan atas nama kami dipercayakan lewat hamba-Nya. Titik. Tetapi, Tuhan itu baik buanget! Pada waktu saya celingukan, Tuhan mengkonfirmasi lagi, kali ini sebanding hebatnya dengan yang dulu-dulu.
Saya dan rekans pengusaha dari Makassar dan lain-lain awal September ini bergabung dalam pelayanan di Sorong, Papua. Malam itu saya baru bertemu dengan para Fasilitator KCC, dan diajak makan di Rumah Makan Dinar. Di sana sudah ada beberapa orang baru, di antaranya seorang yang dikenal sebagai nabi, dari luar negeri tapi sering juga dateng ke Indo. Well, beliau ini nggak tahu saya, dia juga belum dibilangin bahwa pembicara seminar BKI buat hamba-hamba Tuhan di Papua nanti orangnya “ini”.
Jadi kami saling tidak menahu, dia latar belakangnya apa saya juga nggak tahu, dia pelayanannya gimana saya juga nggak gitu ngeh, yang saya tahu dia diminta untuk berkhotbah di hari ke 2 KKR di Sorong. Jadi kami makan bersama, saling berjauhan.
Wah, alih-alih ambil kesempatan, rekan-rekan kami pada ngantri untuk dinubuatin. Sambil makan Pallu Mara sup Kepala ikan, saya sempet denger salah satu bagian dari nubuatan rekan kami Sekretaris KCC-M bahwa hamba Tuhan ini tahu bahwa anak-anak sekretaris ini berada di luar negeri dan tidak perlu dikuatirkan sebab Tuhan sendiri yang menjaga mereka. Wah, tepat dahsyat akurat nggak melenceng. Lalu berjajar dan antrilah mereka semua untuk mendapatkan ramalan masa depan. (Eh, ini nggak salah lho ya, karena spiritual gift bekerja juga pada masa kini, Tuhan memberikan suara-Nya lewat seorang nabi, jadi jangan pergi-pergi cari dukun. Tapi juga nggak boleh mengkultuskan nabi-nabi, tetapi yang dewasa: carilah Tuhan dan kehendak-Nya. Ia dekat, Ia di dalammu, dan Dia akan menuntunmu dan memberitahukan kepadamu hal-hal yang tersembunyi).
OK, jadi setelah para “pasien” sudah selesai terdiagnosa symptome-nya, saya diem-diem mau ambil tas saya dan langsung ngacir. Tapi mata saya tertangkap nabi ini, dan dia langsung berseru: Bolehkah saya mendoakanmu, lagi? Lagi? Saya pikir. Jadi saya menjawab: Sir, engkau belum mendoakanku. O? Maukah engkau kudoakan? Ow Yes. Beliau memegang tangan saya dan tunduk kepala. Dia tidak mengamati saya dulu, tidak memandang rupa saya; dan kalau pun ngamatin, dia nggak bakal bisa nebak bahwa saya ada hamba Tuhan asli dengan model seperti ini.
Tetapi, ini yang yang meluncur dari bibirnya yang saya jelas tahu itu cuman keluar dari hati Tuhan Si Penyelidik hati. “Saya merasakan karunia pengajaran yang sangat kuat dalam dirimu. Engkau telah mengajar banyak sekali orang dan membawa dampak dan perubahan bagi banyak orang. Ada pengajar-pengajar di luaran sana, tetapi pendengarnya menanti dengan gelisah, melihat jam tangan, atau mereka hanya menguap menantikan kapan selesai. Tetapi engkau mengajar dengan urapan yang kuat dan mencengkeram hati para pendengar. Engkau adalah wanita yang penuh integritas, apa yang YA, selalu kau katakan YA, dan apa yang TIDAK, engkau selalu katakan TIDAK. Aku mengasihi engkau my dear, sebab engkau selalu mencari Aku, engkau mencari wajahKu,...dll, dll, dll...(dan yang terakhir,...ini mencengangkan, man!) MENGENAI BANGUNAN YANG TINGGI ITU, AKU TELAH MENYELESAIKANNYA, kata Tuhan semesta alam!
(Setelah itu, dia menumpangkan tangannya di kepala saya, lalu tiba-tiba dia merasakan FIRE, tangannya dia tarik kembali dan berkata, “Terbakar! Tapi saya suka sensasi ini...tangan saya terbakar...”)
Huuuuuaaaowww!! Don't you? Come on baby,...terus terang masa ini nggak bikin shock jiwa? Saya udah tahu itu visi sangat nyata, seperti Sorga itu nyata. Tapi Tuhan mengkonfirmasikannya lagi di hadapan beberapa murid-murid, ini tentunya buat mereka dan Saudara-saudara yang lagi baca ini supaya semakin mantap terhadap apa yang Tuhan sedang akan segera sudah kerjakan lewat kita bersama.
Dengan ini, dengan ini..., barangsiapa mempunyai telinga hendaklah ia mendengar apa yang dikatakan Roh – saya, hamba Tuhan yang Maha Tinggi (bukan sayanya yang MT) menyatakan bahwa waktunya sudah SANGAT AMAT SINGKAT. Visi ini harus terlaksana, dan Tuhan minta agar Saudara menjadi bagian di dalamnya, agar Ia dapat memberkati Saudara melalui ketaatan hati Saudara. Ingat, Dia tidak butuh uang Saudara, sebab Dia punya semua akses di dunia ini untuk mengirimkan uang ber M-M ke lumbung KCC; tetapi Ia ingin memberkati Saudara. Dia tidak bisa memberkati jika Saudara hanya meminta. Berilah, maka kamu akan diberi.
Saya baru saja berbicara dengan kakak saya Paul, dia baru baca satu buku, saya lupa judulnya, tapi dia menceritakan salah satu bahasan isinya yang kira-kira kalau saya bahasakan sendiri ringkasannya demikian. Nabi Nuh mau bangun proyek besar berupa kapal raksasa. Tapi yang nggak masuk akal adalah, dia melabuhkannya di atas gunung, dan bukan di tepi laut Mediterania. Bagaimana nanti menggeretnya ke lautan bebas, apa nggak lecet-lecet atau malah tertelungkup jadi tangkuban perahu? (dasar terjemahan saya! Pasti isinya sih nggak berbunyi gitu) Lagian kalau pun ada air hujan lebat, nggak akan bisa menggelenterkan plan proyek kapal raksasa Nuh. Juga orang sekampung nggak akan mampu mengangkat jenis kapal yang diperkirakan sebesar gunung itu. Jadi dia mencoba mengundang investor, mereka menertawakannya, so ridiculous. Right, nggak masuk akal, patut dibahakin. So, nggak ada orang yang mau menginvestasikan uangnya dalam proyek yang menggelikan ini, hanya keluarganya sendiri yang percaya bekerja segiat-giatnya mbangun proyek bahtera. Mereka dengan penuh perjuangan memberikan segalanya bagi tercapainya proyek bin ajaib ini. Entah mereka bener-bener yakin atau enggak, pokoknya ikutttt deh! Yang selamet siapa? Ya investors setia itu, cuman 8 manusia beserta pasangan hewan-hewan yang percaya mati ama pemilik visi aneh itu! Wong nggak ada geledek kok hewan dimasukin kandang... iya kalau nanti dikeluarin lagi, kalau digorok untuk dijadikan pergedel kur-kur karena selama bah nggak ada makanan?
Cuman sedikit, hanya 8, dan hewan-hewan? Yes, kawanan hewan yang tidak dapat menalar dengan logika.
Saya mengundang Saudara sekalian untuk berinvestasi bagi proyek Tuhan di Sentul. Saya mengundang Saudara-saudara yang hatinya digerakkan Tuhan untuk mempercayakan hartamu bagi Kerajaan Sorga lewat visi besar KCC ini. Saya berdoa agar Saudara menjadi investor di antara yang “sedikit” itu. Saya tidak pernah menjamin akan mengembalikannya kepada Saudara, tetapi Dia yang memanggil Saudara masuk dalam rencana kemuliaan-Nya, surely, akan mengembalikan lebih dari apa yang Saudara pernah tabur dikalikan semua yang pernah Saudara tabur seumur hidupmu.
Please do not on manipulation.Kalau Saudara merasa termanipulasi, jangan pernah menabur untuk Tuhan di tempat itu, Saudara berdosa. Dan jika saya kedapatan Tuhan di hati bahwa saya berusaha memanipulasi dengan tulisan-tulisan saya, saya tahu akibatnya. Saudara harapkan hukuman saya lebih severe, karena saya hamba Tuhan, sepatutnya punya motivasi murni yang patut diteladani. Rightly enough, saya murni. Saya hanya pengemban visi, saya tidak takut terhadap ada tidaknya uang. Bukan mengajukan surat inilah yang menjadikan kaya, bukan uang saudaralah yang menjadikan kaya, tetapi jelas-jelas berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya. Saya bicara mengenai kaya ini bukan untuk saya, tetapi saya bicara dari segi kebutuhan proyek Tuhan. Kekayaan-Nya tidak didasarkan oleh satu dua hal secara manusiawi, tetapi karena Dia sanggup memberkati.
Bicara mengenai kaya, take heart, Tuhan tidak meminta uang Saudara, Dia hanya minta ketaatan Saudara. Ingat tho bahwa Dia bisa mengeruk coin dari mulut ikan, Dia bisa mengirimkan malaikat-malaikat-Nya untuk mengirimkan uang dari antero mana-mana. Dia bisa mengirim burung gagak kepada nabi-Nya. Dia yang bisa melipatgandakan roti dan ikan, saya percaya mati bahwa Dia pun bisa banget melipatgandakan uang di lumbung KCC. Tapi yang Dia inginkan adalah partisipasi Saudara, investasi Saudara dalam visinya Tuhan, agar Saudara masuk rencana kemuliaan-Nya. Dari segi Tuhan, seruan ini melulu untuk kepentingan Saudara, karena dengan Saudara taat, Dia akan mempercayakan kekayaan bangsa-bangsa.
Saya tahu pasti, ini terompet pertama, silakan menabur sesuai gerakan hati, dengan KETAATAN. Jangan takut, jangan mengurangi porsi Tuhan. Jika memang Tuhan berkata harus jual rumah, jual barang berharga, jual mobil, jual perhiasan, memberikan deposito yang 3 M itu yang sebenarnya untuk buka perusahaan baru – lakukan TEPAT seperti yang Dia taruh dalam hatimu. TETAPI, yang TIDAK merasa digerakkan, PLEASE DO NOT GIVE, jangan mreteli perhiasan mertuamu atau jual mobil menantu Saudara. Serius, kita sama-sama berdosa jika pengajaran ini disalahartikan bahwa saya meminta-minta. Saya tidak meminta, tetapi Saudara sendirilah yang menanggapi suara Roh yang lembut, still small voice.
Tahunya itu suara Tuhan? Biasanya jumlahnya gedhe. Tahunya itu bener-bener dari Tuhan? Karena Saudara pingin minta konfirmasi lagi apakah dorongan dan angka yang nggak masuk akal yang muncul di hatimu itu bener-bener suara Tuhan. Nasihat saya, tidak ada seorang pun yang memblo'onkan diri dan belajar tidak peka, takutnya malah jadi nggak peka beneran berabe khan? Kalau Dia udah ngomong sekali nggak didenger, ngapain dua tiga kali? Paling juga nggak digubris,...itu mi sikap Tuhan terhadap orang yang “tidak bertelinga”. Kalau Dia udah diem seribu bahasa... gee.. cari nubuat sana sini tetep sepi, kayak raja Saul.
Baiklah, kiranya terompet ini berkumandang di seluruh bumi, dan Nama-Nya diagungkan di hadapan segala bangsa. Dan biarlah semua yang bernafas memuji nama Kristus, Raja segala raja.
Persembahan Khusus untuk mendirikan Kemah Suci
Exo 35:4 Berkatalah Musa kepada segenap jemaah Israel: "Inilah firman yang diperintahkan TUHAN, bunyinya:
Exo 35:5 Ambillah bagi TUHAN persembahan khusus dari barang kepunyaanmu; setiap orang yang terdorong hatinya harus membawanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN: emas, perak, tembaga,
Exo 35:6 kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kambing;
Exo 35:7 kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit-kulit lumba-lumba, kayu penaga,
Exo 35:8 minyak untuk penerangan, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,
Exo 35:9 permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.
Exo 35:10 Segala orang yang ahli di antara kamu haruslah datang untuk membuat segala yang diperintahkan TUHAN,
Exo 35:11 yakni Kemah Suci, atap kemahnya dan tudungnya, kaitannya, dan papannya, kayu lintangnya, tiangnya dan alasnya;
Exo 35:12 tabut dengan kayu pengusungnya, tutup pendamaian dan tabir penudung;
Exo 35:13 meja dengan kayu pengusungnya, segala perkakasnya dan roti sajian;
Exo 35:14 kandil untuk penerangan dengan perkakasnya, lampunya dan minyak untuk penerangan;
Exo 35:15 mezbah pembakaran ukupan dengan kayu pengusungnya, minyak urapan dan ukupan dari wangi-wangian; tirai pintu untuk pintu Kemah Suci;
Exo 35:16 mezbah korban bakaran dengan kisi-kisi tembaganya, kayu pengusungnya dan segala perkakasnya, bejana pembasuhan dengan alasnya;
Exo 35:17 layar pelataran, tiangnya, alasnya dan tirai pintu gerbang pelataran itu;
Exo 35:18 patok Kemah Suci dan patok pelataran dan talinya;
Exo 35:19 pakaian jabatan untuk menyelenggarakan kebaktian di tempat kudus, dan pakaian kudus bagi imam Harun, dan pakaian anak-anaknya untuk memegang jabatan imam."
Exo 35:20 Lalu pergilah segenap jemaah Israel dari depan Musa.
Exo 35:21 Sesudah itu datanglah setiap orang yang tergerak hatinya, setiap orang yang terdorong jiwanya, membawa persembahan khusus kepada TUHAN untuk pekerjaan melengkapi Kemah Pertemuan dan untuk segala ibadah di dalamnya dan untuk pakaian kudus itu.
Exo 35:22 Maka datanglah mereka, baik laki-laki maupun perempuan, setiap orang yang terdorong hatinya, dengan membawa anting-anting hidung, anting-anting telinga, cincin meterai dan kerongsang, segala macam barang emas; demikian juga setiap orang yang mempersembahkan persembahan unjukan dari emas bagi TUHAN.
Exo 35:23 Juga setiap orang yang mempunyai kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kambing, kulit domba jantan yang diwarnai merah dan kulit lumba-lumba, datang membawanya.
Exo 35:24 Setiap orang yang hendak mempersembahkan persembahan khusus dari perak atau tembaga, membawa persembahan khusus yang kepada TUHAN itu, dan setiap orang yang mempunyai kayu penaga membawanya juga untuk segala pekerjaan mendirikan itu.
Exo 35:25 Setiap perempuan yang ahli, memintal dengan tangannya sendiri dan membawa yang dipintalnya itu, yakni kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus.
Exo 35:26 Semua perempuan yang tergerak hatinya oleh karena ia berkeahlian, memintal bulu kambing.
Exo 35:27 Pemimpin-pemimpin membawa permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada,
Exo 35:28 rempah-rempah dan minyak untuk penerangan, untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian.
Exo 35:29 Semua laki-laki dan perempuan, yang terdorong hatinya akan membawa sesuatu untuk segala pekerjaan yang diperintahkan TUHAN dengan perantaraan Musa untuk dilakukan--mereka itu, yakni orang Israel, membawanya sebagai pemberian sukarela bagi TUHAN.
Bagi Dia segala pujian sampai selama-lamanya, Amin!
Maqdalene Kawotjo & The Kingdom Team