Maqdalene

Sejarah Lahirnya KCC

 

    SURAT-SURAT 

   

     Surat - 1

 

Natal 2007 The Kingdom mengirimkan Christmas gift berupa VCD Rahasia Besar Menjadi Murid disertai dengan surat pengantar mengenai kegiatan murid-murid yang dibimbing dalam wadah KCC. Mungkin bagi beberapa participant surat dan keterangan tersebut merupakan hal yang baru. Tetapi bagi beberapa yang sudah terjun dalam pemuridan KCC, mereka telah mengikuti beberapa perkembangan dan memperoleh dampak yang sangat luar biasa. Saya ingin menjelaskan secara perlahan dan sedikit detail, karena ini merupakan visi besar dan akan dijalani dalam waktu yang cukup panjang, dan tentunya kami selalu melibatkan participant untuk bergandengan tangan dengan kami.

 

Sekitar tahun 2004, Tuhan menanamkan visi yang lebih besar kepada saya (Maqdalene) untuk membangun Community Center. Perlu diketahui visi ini diberikan tidak lama setelah peluncuran buku Berhasil Karena Iman di tahun 2003, dan buku berikutnya Menikmati Kemustahilan di tahun 2004 (namun demikian tentunya visi menulis buku diberikan pada tahun 2000 – sebagaimana terwujudnya visi selalu diawali dengan masa-masa “pengandungan dan persalinan”. Tuhan selalu memberikan visi yang lebih tinggi kepada Saudara jika Saudara setia melakukan visi kecil – Dia tidak berhenti mempekerjakan Saudara di dunia sampai Dia menjemput Saudara kembali ke Sorga. Tetapi, masalahnya, apakah Saudara mendengar, melakukan, dan setia mulai dari yang kecil?

 

Visi membangun Community Center ini lahir dari beban Tuhan sendiri yang ditanggungkan kepada saya hamba-Nya, untuk turut membangun bangsa Indonesia dan manusia Indonesia agar hidup dengan standar Sorga. Karena Indonesia sangat besar, dibutuhkan banyak orang untuk bergandeng tangan untuk terlaksananya visi Tuhan tersebut.

 

Banyak dari Saudara tahu bahwa keberadaan saya di Indonesia ini merupakan tanggapan terhadap panggilan Tuhan; dan tanggapan terhadap panggilan dari darah para martir (kisah nubuatannya ada di buku Maria Magdalena: Teladan Iman dan Doa). Rupanya Tuhan membangkitkan pemimpin karena keterbebanan terhadap suatu bangsa. Tuhan tidak akan membangkitkan seorang pemimpin untuk memperkaya dirinya sendiri, menimbun harta bagi diri sendiri; tetapi Ia selalu memperlengkapinya untuk memenuhi kerinduan Bapa-Nya (Mazmur 2:8: Mintalah Kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu).

 

Pada waktu saya menulis buku BKI dan buku-buku lainnya, Tuhan merilis berkat bagi setiap pembaca dan membangkitkan iman mereka. Banyak orang menerima Yesus dan diselamatkan lewat karya-karya yang diilhami Roh Kudus tersebut. Ini merupakan bagian kecil dari partisipasi saya untuk membangun bangsa Indonesia. Berikutnya saat Tuhan mulai menggerakkan saya untuk merintis pelayanan Website, Tuhan mulai memperlebar urapan-Nya dalam menjangkau jiwa-jiwa bersama participant. Akhirnya kita bersama, dapat memperlebar jangkauan dalam memperoleh jiwa-jiwa lebih banyak jika saya sendirian atau jika Saudara sendirian. Kita telah “berjalan” bersama ke penjara-penjara, ke sekolah-sekolah, ke panti-panti, ke pulau-pulau, dan mencelikkan mata banyak orang lewat perlayanan kita bersama. Berikutnya, Tuhan mempertemukan saya dengan para pengusaha dari Makassar (yang mana mereka mendanai pelayanan transformasi ini) untuk berjejaring mengadakan seminar Berhasil Karena Iman bagi para pendeta-pendeta di berbagai kota, daerah, dan pulau. Dengan ini, teritori jangkauan semakin diperluas – karena 1 pendeta melayani sekitar 10-200 jiwa. Dapat dibayangkan berapa kali lipat multiplikasi yang Tuhan buat lewat pelayanan seminar hamba-hamba Tuhan tersebut yang sudah berlangsung hampir 2 tahun ini (contoh peserta seminar: di Toraja ada 600 pendeta; Kupang 1000 pendeta; Blitar 600 pendeta, dsb). Makin hari Tuhan makin menambahkan urapan-Nya lewat networking kita bersama dalam menjangkau Indonesia.

 

Selanjutnya Tuhan memiliki strategi yang, tidak saya sangka tetapi yang saya yakin sudah pasti, lebih jitu dari strategi-strategi memenangkan jiwa dengan cara-cara yang sebelum-sebelumnya – walaupun yang sebelumnya tetap masih berdampak secara ajaib, namun visi selanjutnya tentunya lebih tinggi dan lebih jauh kapasitas jangkauannya. Dimulai dari visi pemuridan yang nampaknya tidak terlalu berarti, tetapi justru lewat pemuridan inilah tercetak pemimpin-pemimpin yang excellent yang akan bangkit menjadi pemimpin-pemimpin besar di Indonesia. Mereka dipersiapkan untuk diperlengkapi dengan roh Yusuf, roh ratu Ester, roh Nabi Musa, roh Nehemia, roh Daniel, dengan urapan Roh Yesus – yang akan memiliki kecerdasan 10x lebih dari orang-orang berhikmat dunia. Mereka dipersiapkan dalam seluruh aspek kehidupan: mulai dari karakter, kata-kata, iman, kecakapan, keahlian, keuletan, kesungguhan, keyakinan, kuasa, dan urapan.

 

Masing-masing dimaksimalkan di bidang panggilan mereka; sebab kami yakin tidak seorang pun dipanggil dengan panggilan yang sama – kami sangat percaya bahwa setiap orang dipanggil menjadi pioneer di bidangnya. Untuk itulah, dengan dasar-dasar Firman Kebenaran yang kuat yang kami infuskan ke roh setiap murid, mereka akan muncul menjadi orang dengan roh yang berbeda, roh yang excellent, yang tidak ada seorang pun dapat bertahan untuk berdiri di hadapannya.

 

Dengan mulai berlangsungnya proses “percetakan” manusia roh ini, kami mulai memikirkan “pabrik” formal yang nantinya akan menjadi ajang training kader-kader penangkap obor estafet yang akan mengobori negeri kita dengan terang Kristus. Kami tidak melulu memikirkan tempatnya yang memang nantinya berupa gedung megah, tetapi kami fokus kepada orangnya, yang nantinya akan “dicetak” menjadi pemimpin dengan roh yang excellent tersebut. Jadi, memang sementara kami mengarah kepada pembangunan gedung, hati kami tetap tertuju kepada orang-orangnya yang akan Tuhan bangun sesuai dengan rencana-Nya. Kita tidak boleh melupakan bangsanya, bangsa ini, bangsa Indonesia – yang untuk merekalah Tuhan rela mati.

 

Dengan ini pun, saya menekankan kepada tiap-tiap murid agar kita mulai mencintai bangsa Indonesia dengan bersyafaat secara rutin hanya untuk bangsa dan kebutuhan negara kita, tanpa diembel-embeli kebutuhan diri sendiri yang tentunya tidak pernah ada habisnya. Karena jika kita terus menerus berdoa dengan jurus “aku”, Tuhan tidak akan membawa kita kemana-mana; tetapi saat kita mulai berdoa bagi bangsa kita, secara tidak disadari Tuhan akan menaruhkan beban hati-Nya di hati kita, sehingga kita akan tahu isi hati-Nya melalui doa-doa yang kita panjatkan bagi bangsa ini. Karena memang kerinduan hati-Nya selalu ada di bangsa-bangsa. Sampai saat ini kita mungkin tidak tahu bagaimana berdoa bagi bangsa dan negara, karena jujur saja kita tidak punya beban untuk menangisi bahkan mengerang bagi bangsa kita seperti Nehemia. Tapi jika kita belajar secara rutin untuk bersyafaat, berdoa dan berpuasa (yang mana Team Inti KCCJ melakukannya tiap hari Senin – puasa sampai sore, kemudian berdoa syafaat penyembahan hanya untuk bangsa Indonesia), maka lambat laun Tuhan akan menaruhkan beban-Nya di hati kita bersama.

 

Dengan mengetahui beban terhadap kebutuhan bangsa kita, kita jadi lebih mengasihi bangsa dan orang-orangnya, kita lebih mencintai negeri kita sendiri dan orang-orangnya yang membutuhkan Kristus dan perubahan mental dan spiritual. Dan untuk inilah KCC berdiri, yaitu untuk mempersiapkan bangsa Indonesia dengan membangkitkan para pemimpin-pemimpin yang siap menjadi obor bagi bangsanya sendiri di setiap sektor bidang masing-masing. Untuk itulah maka Tuhan menaruh beban-Nya di hati hamba-Nya dengan mengadakan pemuridan di berbagai tempat, yang disambut dengan sangat baik dan memberi dampak yang sangat luar biasa. Dengan berjalannya waktu, maka Tuhan membuat hati saya siap untuk membangun gedung KCC demi tercapainya transformasi Indonesia.