Saya selalu tidak puas melihat ke'biasa'an dalam diri orang lain; saya mau melihat keluarbiasaan yang seharusnya masih sangat bisa digali. Banyak yang diberkati setelah mendengarkan khotbah saya, setelah membaca buku saya Berhasil Karena Iman (BKI) dan Menikmati Kemustahilan (MK), tapi saat mereka sendiri menghadapi ujian masalah, mereka tidak ingat bagaimana jalan keluar dan mengatasi masalah demi masalah sehingga mereka bisa BKI sampai MK.
Saya tidak tinggal diam melihat rangkaian kegagalan mereka. Saya berhenti 'bekerja' dari mimbar ke mimbar yang hanya satu jam pengajaran saja saya yakin sangat sedikit yang bisa ingat, lalu mengurung diri untuk merakit program pertolongan mencapai perubahan mereka. Program pelatihan untuk membangkitkan iman, perubahan untuk menghasilkan buah yang tetap, pemaksimalan kapasitas, dalam rangka mempersiapkan mereka menjadi pemimpin.
Setelah siap menjalani pilot project, maka muncullah 'bengkel' resmi yang kami sebut KCC, Kingdom Community Center. Semua pengajarannya back to the basic, Bible - just believe! That's it, folks... banyak anak Tuhan tidak percaya sehingga hidup selaras dengan dunia, kompromi, kompromi, kompromi. Tapi kami mengajarkan standar Kerajaan, radikal, berbeda, berani mati demi kebenaran. KCC disambut oleh khalayak. Hasilnya? Menakjubkan! Murid-murid KCC langsung terlihat perbedaannya, dari kata-katanya, cara kerjanya, pelayanannya, tingkah lakunya, mutu kerohaniannya, semua diperbaharui: dimulai dari hati yang murni dan kerendahan hati untuk rela dibentuk. Tidak banyak yang tahan dalam proses pembedahannya, memang murid cuman segelintir. Tapi mereka yang menenggelamkan dalam proses operasi caesar disertai dengan ketekunan, kesetiaan, dan komitmen sungguh-sungguh muncul jauh lebih kinclong, selama-lamanya mereka pun tidak pernah berpikir bahwa mereka bisa menjadi seperti apa yang telah mereka jalani saat ini.
Center point dari pelayanan KCC tidak lepas dari kerinduan saya untuk mengembalikan rasa terimakasih terhadap Indonesia yang telah membesarkan saya, yang mempercayai saya menjadi wakil negara, sehingga saya membawa nama bangsa untuk dididik di negara-negara besar lainnya dengan tanggung jawab penuh dan kembali dengan rasa bangga patriotisme. Sekembali saya ke tanah air, sampai hari ini, saya berjuang untuk turut membangun akhlak bangsa, yang mana ternyata niat baik saya disambut oleh bangsa-bangsa lain untuk bersama membangun umat yang beriman, berbudi, bertanggungjawab, setia, excellent, dan dapat memberkati bangsanya.
Hal ini bisa terjadi karena, selain di bumi menjabat sebagai WNI, saya juga dikirim sebagai Ambassador suatu Kerajaan Kekal yaitu Kerajaan Sorga. Saya menjunjung tinggi perintah-hukum-maklumat Raja segala raja. Ini menjadi acuan penting dalam pengajaran-pengajaran KCC sehingga murid-murid hidup dengan cara yang baik, bijak, taat, tidak melawan tatanan pemerintah dunia, justru hidup dengan cara yang benar, menjadi warga yang benar, hormat terhadap otoritas, serta hidup dalam kasih.
Life is too short. Kita sedang mengejar waktu; bagaimana mungkin kita hidup dengan cara mediocracy? Anda tidak main-main bukan dengan hidup Anda? Setiap kita bertanggungjawab untuk menyelesaikan tugas kita di bumi, kita harus mencapai garis akhir dengan sempurna. KCC siap membantu Anda.